Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Pengaruh Perubahan Cuaca Terhadap Kehidupan Manusia?

Hai kawan, bagaimana kabarnya? Pasti baik yaa. Kali ini saya ingin sedikit mengulas tentang pengaruh perubahan cuaca. Apa saja sih jenis-jenis cuaca dan bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan manusia? Cuaca di Indonesia terdiri dari cuaca cerah, cuaca panas, cuaca berawan, cuaca sejuk, cuaca hujan dan cuaca berangin. Semua cuaca tersebut pastinya tidak akan bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Ingin tahu lebih lanjut? Yuk simak penjelasannya, agar lebih paham.
Apa Pengaruh Perubahan Cuaca Terhadap Kehidupan Manusia?


Suatu keadaan udara yang terjadi di salah satu tempat atau daerah dan dalam waktu tertentu disebut Cuaca. Cuaca selalu berubah-ubah dan dipengaruhi karena adanya perbedaan antara kelembaban dan suhu antara daerah satu dengan yang lainnya seperti matahari, air dan angin. Matahari sebagai penghasil energi terbesar dapat mengendalikan air. Kemudian air yang menguap akan membentuk awan dan dibawa angin bergerak ke tempat yang lebih tinggi sambil membawa uap air sehingga terjadi hujan. Selain itu, sesuatu yang terjadi di angkasa yaitu angin matahari atau juga disebut star’s corona juga mempengaruhi perubahan cuaca yang ada di bumi. 

Pengaruh Perubahan Cuaca Terhadap Kehidupan Manusia

1. Kegiatan bercocok tanam.
Cuaca sangat berpengaruh terhadap kegiatan bercocok tanam terutama bagi petani sawah maupun kebun. Berbagai kemungkinan dapat terjadi, misal curah hujan yang tinggi dan lebat dapat merusak tanaman akibatnya banyak petani yang gagal panen. Jadi proses keberhasilan dalam bercocok tanam sangat bergantung kepada cuaca atau iklim yang terjadi karena hanya sebagian tanaman saja yang bisa mereka tanam. Contoh: jika terjadi musim kemarau atau panas maka tanaman yang bisa ditanam yaitu jagung, ubi jalar, kacang hijau dan lainnya. 

2. Kesehatan manusia.
Berbagai penyakit dapat terjadi akibat perubahan cuaca, sebagai contoh jika musim penghujan datang, maka akan ada banyak nyamuk yang bersarang atau berkembang biak di genangan air, hal ini dapat menyebabkan manusia terkena penyakit demam berdarah dan malaria. Demikian pula dengan musim panas manusia akan lebih mudah mengalami sakit tenggorokan, panas dalam dan sebagainnya.

3. Transportasi
Perubahan cuaca sangat berpengaruh dalam menjalankan transportasi, baik darat, laut dan udara. Karena cuaca sangat menentukan berlangsungnya perjalanan transportasi tersebut. Faktor yang mempengaruhi seperti, suhu, angin dan kabut yang dapat mengganggu proses penerbangan. Badai dan gelombang yang tinggi pun dapat menghambat transportasi jalur laut.

4. Kegiatan industri dan perekonomian
Dalam musim penghujan, para industriawan bisa memanfaatkan keadaan cuaca untuk mengembangkan usahanya. Mereka akan melakukan usaha dengan membuat pakaian hangat seperti jaket, jas hujan dan sebagainya agar bisa meningkatkan perekonomian mereka. Demikian pula di daerah yang bercuaca panas para industriawan akan lebih memikirkan hal yang cemerlang dan lebih bermanfaat yaitu dengan membuat pakaian berbahan katun dan bisa menyerap panas atau bisa juga membuat alat pendingin seperti kipas angin kecil yang dapat dibawa kemana-mana. 

5. Mempengaruhi tempat tinggal.
Daerah yang terkenal sebagai daerah yang sejuk akan dipilih seseorang sebagai tempat tinggal karena tidak terlalu panas dan terlalu dingin. Mereka akan memilih tempat tinggal yang dirasa nyaman dan tenang dalam melakukan aktivitas, karena jika cuaca sangat panas dan gerah akan membuat kurang nyaman dalam melakukan suatu pekerjaan.

6. Mempengaruhi kebiasaan makan dan minum
Ketika cuaca panas, seseorang akan meminum dan mengkonsumsi makanan dengan kandungan air yang tinggi agar tubuh merasa dingin dan sejuk. Karena jika kekurangan cairan maka tubuh akan mengalami dehidrasi. Dan ketika cuaca dingin, tentu kita akan mengkonsumsi sesuatu yang dapat menghangatkan tubuh, seperti meminum jahe. 

Nah, itu tadi sedikit penjelasan tentang pengaruh perubahan cuaca terhadap kehidupan manusia. Semoga bermanfaat ya teman-teman. Terimakasih.

Penulis: Novi Umrotus Sa'adah (S1 PGMI UIN Sunan Ampel Surabaya)
Editor: Admin