Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Macam-macam Sistem Ekskresi pada Makhluk Hidup



Macam-macam Sistem Ekskresi pada Makhluk Hidup
Apa yang dimaksud dengan sistem ekskresi?. Kata sistem ekskresi terdiri dari dua suku kata, yaitu sistem dan ekskresi. Dimana sistem adalah usaha dari bagian-bagian yang saling berhubungan sedangkan ekskresi berasal dari kata excretionyang berarti pengeluaran. 

Jadi, sistem ekskresi adalah sistem yang terdapat dalam tubuh manusia, yang mengeluarkan zat sisa metabolisme dengan tujuan menjaga keseimbangan tubuh. Hasil metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi yang biasanya disebut sebagai zat sisa.

Sistem Ekskresi pada Makhluk Hidup

Dalam menjalankan tugasnya, sistem ekskresi dibantu oleh alat-alat ekskresi itu sendiri. Dimana alat-alat ekskresi merupakan organ yang mempengaruhi kelancaran sistem ekskresi. Sistem ekskresi pada manusia terbagi menjadi empat, yaitu ginjal, kulit, hati, paru-paru. 

Cara kerja sistem ekskresipun berbeda-beda. Seperti ginjal mengeluarkan urine, kulit mengeluarkan keringat, hati menghasilkan empedu, dan paru-paru mengeluarkan karbondioksida.

Selain manusia, hewanpun juga mempunyai sistem ekskresi yang terbagi menjadi dua golongan, yaitu vertebrata dan invertebrata.

1.        Sistem Ekskresi Vertebrata
a.    Pisces
Ikan memiliki tiga organ ekskresi, yaitu insang, ginjal, dan kulit. Selain sebagai alat pernafasan insang akan membuka dan menutup dengan tujuan untuk mengikat oksigen yang terdapat pada air, lalu setelah itu ikan akan mengeluarkan karbondioksida.

b.    Amfibi
Amfibi adalah kelompok hewan yang hidup di dua alam, yaitu darat dan air. Sistem ekskresi amfibi terbagi menjadi ginjal, paru-paru dan kulit. Ginjal amfibi sama dengan pisces yang bermuara pada saluran genitalia dengan mengeluarkan urin.

c.    Reptil
Hewan reptile contohnya, bunglon, cicak, buaya, dll. Alat ekskresi reptil sama dengan kelompok hewan sebelumnya yaitu, ginjal, paru-paru dan kulit. Namun ada beberapa reptil yang memiliki saluran ginjal pendek dan bahkan tidak memiliki kandung kemih untuk menampung urin. Untuk paru-paru dan kulit juga berfungsi sebgaia alat pernafasan.

d.    Aves
Alat ekskresi aves hampi sama dengan mamalia yaitu, ginjal dan paru-paru.

e.    Mamalia
Mamalia merupakan kelompok hewan yang paling tinggi, sehingga alat ekskresi mamalia sama dengan manusia. Yaitu ginjal mengeluarkan urin, hati mengeluarkan urea, kulit mengeluarkan keringat, dan paru-paru mengeluarkan karbondioksida.

2.        Sistem Ekskresi Invertebrata
a.    Porifera dan Coloenterata
Porifera dan coloenterata merupakan hewan berpori dan berongga tingkat terendah. Keduanya tidak memiliki alat ekskresi khusus dalam mengeluarkan zat sisa metabolisme yang berupa karbodioksida.

b.    Protozoa
Protozoa merupakan hewan bersel satu seperti amoeba. Zat sisa yang di keluarkan oleh protozoa di hasilkan melalui cara difusi dari sekujur tubuhnya.

c.    Insecta
Insecta dalah kelompok hewan serangga. Dalam menghasilkan zat sisa metabolisme insect dibantu oleh pembuluh malphigi yang terletak di dekat usus, yang tujuannya mempermudah dalam menyalurkan zat sisa dari hasil penyerapan darah.

d.    Cacing
Setiap jenis cacing mempunyai alat ekskresi yang hamper sama. Sebagai contoh, cacing pipih menggunakan sel api untuk menyerap zat sisa tubuh kemudian akan dikeluarkan melalui permukaan tubuh.

3.        Sistem Ekskresi pada Tumbuhan
     Tumbuhan memiliki sarana ekskresi sendiri karena alat ekskresi tumbuhan tidak sekompleks hewan. Tumbuhan akan mengeluarkan zat sisa yang disebut sebagai limbah melalui proses difusi. Tumbuhan pada siang hari saat terjadinya proses fotosintesis akan membuang oksigen pada stomata, sedangkan di malam hari fotosintesis melemah dan akirnya karbondioksida dijadikan sebagai limbah. Tumbuhan juga akan mengeluarkan limbah melalui proses amputasi. Proses amputasi adalah proses penuaan daun yang akhirnya nanti daun tersebut akan rontok dengan sendirinya.
     
Sekian yang dapat saya tuliskan dalam artikel kali ini, semoga bisa bermanfaat bagi semua. Aamiin.




Author: HALIMATUS SA’DIYAH