Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Percobaan Penguat Pengikut Emitor

Laporan Percobaan Elektronika Dasar
Penguat Pengikut Emitor

ABSTRAK

Praktikum ini membahas penguat pengikut emitor dengan tujuan mengetahui rangkaian penguat pengikut emitor, mengetahui gelombang masukan dan keluaran emitor, serta mengetahui nilai penguat tegangan pada penguat pengikut emitor. Pada rangkaian ini didapatkan VE sebesar 4,5 volt, dengan Vin = 4 volt menghasilkan Vout =3,8 volt. Perhitungan pada praktikum ini dilakukan dengan dua cara yakni secara teori dan berdasarkan data praktikum. Secara teori Vcc tanpa beban didapatkan sebesar 12 volt, Vb =6 volt, tegangan pada kaki emitor (VE) sebesar 5,3 volt dan arus emitor sebesar 5,3 mA. Adapun besar penguat tegangan Av tanpa beban sebesar 0,99 kali dan dengan beban sebesar 0,95 kali. Selanjutnya adalah perhitungan berdasarkan praktikum. Didapatkan Vpp masukan sebesar 4 volt, Vp = 2 volt dan Veff =1,41 volt dengan besar y=4 div. pada keluaran didapatkan Vpp= 3,8 volt, Vp=1,9 volt dan Veff=1,34 volt dengan y=3,8 div. Tegangan keluaran lebih kecil daripada masukan, hal ini disebabkan karena tegangan yang dipasang sangat kecil dan disusun/rangkai secara parallel.

PELAKSANAAN PRAKTIKUM

1. Tujuan Praktikum
a. Untuk mengetahui rangkaian penguat pengikut emitor.
b. Untuk mengetahui gelombang masukan dan keluaran emitor.
c. Untuk mengetahui nilai penguat tegangan pada penguat pengikut emitor.

2. Waktu Praktikum
Kamis, 3 Desember 2016

3. Tempat Praktikum
Laboratorium Fisika Dasar, Lantai II, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mataram.

ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM

1. Alat-alat Praktikum
a. Analog digital trainer
b. Kabel jamper
c. Kabel multimeter
d. Multimeter
e. Passive probe
f. Osiloskop

2. Bahan-bahan Praktikum
a. Kapasitor 10 nF
b. Resistor 100 Ω
c. Resistor 1 k Ω
d. Resistor 100 k Ω
e. Transistor BC548


 LANDASAN TEORI
Transistor adalah suatu komponen aktif yang terbuat dari badan seikonduktor yang terdiri dari tiga bahan yaitu sebuah tipe P yang tipis dan dua bahan tipe N yang mengapitnya, ini disebut NPN dan jika sebaliknya disebut transistor PNP. Tranistor memiliki tiga terminal yang masing-masing adalah emitor (E) yang memiliki doping paling tinggi. Colektor (C) memiliki doping sedang dan basis yang memiliki doping paling rendah (Surjono, 2007:55).

Pada penguat emitor dimana sinyal input maksimum diambil dari basis dan outputnya pada kaki emitor. Pada rangkaian emitor ditanahkan terdapat perbedaan fase sebesar 180° sedangkan pada penguat pengikut emitor memiliki fase yang sama atau sefase, yang menyebabkan besarnya penguat tegangan Av kurang dari satu (Av<1). Sifat lain dari rangkaian ini adalah dimana impedansi masukan yang tinggi dan impedansi keluaran yang rendah (Sutrisno, 1996: 141).

Pada rangkaian penguat emitor, kaki kolektor (C) dihubungkan langsung dengan VCC, yaitu tanah ac. Input melalui basis dan dihubungkan dengan suatu hambatan (RE ke tanah), gambar rangkaian terlihat seperti berikut: (Wahyudi, 2013:128).


PROSEDUR PERCOBAAN






  • Dibuat rangkaian pada papan roti seperti gambar di bawah ini.
  • Diukur tegangan listrik dc di titik E.
  • Dipasang masukan vin dengan menggunakan signal generator berbentuk gelombang sinusoidal pada frekuensi 1kHz dan amplitude 1,41 mV.
  • Dipasang channel 1 Oscilloscope pada masukan dan channel 2 pada keluaran. Diamati bentuk gelombang masukan dan keluarannya. Dicatat hasil pengamatan.
  • Dilepaskan ke dua channel dan ukurlah tegangan masukan dan keluaran penguat dengan menggunakan voltmeter ac.
  • Dibandingkan hasil pengukuran tegangan output dengan input. Hasilnya disebut penguat tegangan Av.
  • Dibandingkan hasil 6 dengan hasil secara teoritis.
  • Dipasang resistor 100Ω pada keluaran penguat! Ulangi langkah 4 sampai 7. Dicatat  hasilnya


PEMBAHASAN

Praktikum ini membahas tentang penguat pengikut emitor yang bertujuan untuk mengetahuai penguat pengikut emitor, mengetahui karakteristik gelombang ,masukan dan keluaran penguat emitor, serta mengetahui nilai penguat tegangan pada penguat pengikut tegangan. Pada penguat kolektor dibumikan atau pengikut emtor (common collector or emitter follower), tampak kaki kolektor dihubungkan langsung dengan +Vcc dan keluaran diambil dari kaki emitor. Kelebihan penguat ini adalah memiliki impedansi masukan yang tinggi dan impedansi keluaran yang rendah. Sedangkan kekurangannya adalah penguat tegangannya kurang dari satu. Oleh karena itu penguat ini digunakan sebagai buffer. Praktikum ini dilakukan dalam dua percobaan yaitu tanpa beban dan dengan beban RL =100 Ω.

Pada percobaan pertama yaitu rangkaian penguat pengikut emitor tanpa beban diperoleh tegangan pada kaki emitor (VE) sebesar 4,5 volt dengan menggunakan osiloskop serta nilai penguat tegangan (Av) sebesar 0,95 kali. Berdasarkan teori yang ada atau berdasarkan hasil perhitungan rumus diperoleh VE sebesar 5,3 volt serta penguat tegangan sebesar 0,99 kali. Dari hasil yang diperoleh pada praktikum dengan teori penguat tegangan Av<1. Hal ini sesuai dengan sifat penguat pengikut emitor yaitu penguat tegangannya Av<1. Selain itu didapat pula Vin (tegangan masukan) dan tegangan keluaran yang memiliki besar berturut-turut 4 volt dan 3,8 volt. Berdasarkan pada hasil yang diperoleh ini, diketahui bahwa Vin > Vout. Hal ini sudah sesuai dengan teori yang ada. Selain itu juga, bentuk gelombang yang ditunjukkan pada osiloskop sudah memenuhi teori.

Pada percobaan kedua yaitu rangkaian penguat pengikut emitor dengan beban sebesar 100 Ω. Pada percobaan ini diperoleh penguat tegangan dari hasil perhitungan rumus sebesar 0,95 kali sedangkan berdasarkan praktikum diperoleh tegangan penguat Av sebesar 0,95 kali. Hasil dari teori dan praktikum adalah sama, ini berarti praktikum ini dikatakan berhasil. Dari hasil ini, Av <1 yaitu 0,95 kali. Jika diperhatikan nilai penguat tegangan tanpa beban lebih besar daripada nilai penguat tegangan dengan beban. Hal ini disebabkan karena pada saat rangkaian diberi beban, rangkaian seakan-akan tersambung dengan suatu rangkaian lain sehingga resistor yang dipasang sebagai beban bertindak sebagai pemakai.

PENUTUP

1. Kesimpulan
a. Rangkaian penguat pengikut emitor  merupakan rangkaian yang isyarat masukan melalui basis dan keluaran diambil dari kaki emitor. Sifat dari rangkaian ini adalah memiliki impedansi masukan yang tinggi dan impedansi keluaran yang rendah.
b. Pada osiloskop terlihat bentuk gelombang dari rangkaian penguat pengikut emitor bentuknya gelombang sinusoidal  dengan tegangan masukan 4 volt dan tegangan keluaran sebesar 3,8 volt sehingga gelombangnya hamper sama besar karena memiliki fase yang sama.
b. Nilai penguat tegangan Av tanpa beban berdasarkan pada perhitungan rumus sebesar 0,99 kali. Sedang dengan beban 100 Ω diperoleh nilai penguat tegangan berdasarkan perhitungan rumus sebesar 0,95 kali dan berdasarkan hasil praktikum sebesar 0,95 kali. Hal ini membuktikan bahwa Av < 1 karena pada rangkaian penguat pengikut emitor memiliki fase yang sama (sefase)

2. Saran
Diharapkan kepada praktikan agar teliti dalam merangkai alat baik tanpa beban maupun tanpa beban.


DAFTAR PUSTAKA


Surjono, Dwi Herman. 2007. Elektronika dan Penerapannya. Bandung: Ulet Cerdas Kreatif.
Sutrisno.1968. Elektronika Dasar I. Bandung: ITB.
Wahyudi. 2013. Elektronika dasar I. Mataram: FKIP Press.
www.gammafisblog.com